Warga Desa Cinangka Keluhkan Jalan Desa Yang Longsor Bertahun-tahun Tak Kunjung Diperbaiki

Ciampea-Bogor, Pajajaranpos.com
Infrastruktur jalan yang sejatinya pasilitas untuk mensejahterakan masyarakat khususnya di kabupaten Bogor Barat baik jalan utama protokol serta jalan desa desa yang harus terpasilitasi dengan baik, agar lancar dalam beraktifitas sehari hari.

Akses jalan dari desa cinangka ke desa Tegal Waru kecamatan ciampea kabupaten bogor dikeluhkan oleh warga sekitar serta pengendara yang melintas, namun tepatnya di jalan kampung cinangka sabrang RT.03 RW.04 yang terdapat jalan longsor sudah bertahun tahun tak kunjung dibetulkan.

Adapun pihak media yang mewawancarai warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “kami sangat mengeluh pak dengan longsor itu sudah kurang lebih tiga tahun tidak kunjung dibetulkan, saya sangat menghawatirkan terutama para pengendara yang melintas roda empat dan roda dua takut terperosot ke jurang longsor,apalagi mobil yang bermuatan berat seperti mobil engkel dan pik-up bermuatan batu, pasir, teras, tidak berani melaluinya takut ada longsor susulan bila dilalui. Apalagi anak-anak kecil yang bermain sepeda gowes, pejalan kaki lebih ngeri lagi kalau jalannya licin pak, harapan saya pemerintah desa tolong serius menanganinya untuk di betulkan”, ucapnya saat di wawancarai oleh awak media, Jumat (23/10/2020).

Inisiatif warga RT 03 dengan bergotong royong dengan warganya memberikan pagar bambu yang ditempel dipinggir jalan yang longsor untuk pengamanan sementara. Pengendara roda empat pikap yang melintasi jalan itu pihak media mewawancarai dadan berkata, “jalur dekat alternatif dari desa cinangka ke desa tegal waru dan desa cikampak, saya sering lintasi jalan ini, cuman ngeri juga kalau di diamkan seperti ini takut tergelincir apalagi di musim hujan ini, apalagi sebelum di pasang pinggirnya pake bambu lebih ngeri lagi, tapi setelah dipasang bambu ya lumayan lah, tapi tetap harus hati hati juga”, ujarnya.

Di hal lain kepala desa cinangka abdurohman membeberkan kepada media, “saya juga sangat memperihatinkan dengan jalan tebing longsor itu,kalau pengajuan secata lisan mah sudah koordinasi dengan UPT, kata UPT suruh di cek kembali lagi dan ditembuskan, tapi sampai sekarang belum ada konfirmasi lagi ke pihak desa mungkin pengajuannya tidak tertulis, nanti pihak desa akan mengajukan dengan secara tertulis ke PUPR dengan sekala yang lebih besar, karena longsor itu dalam kurang lebih 30 meter curamnya, walaupun itu jalan desa di hasil musrembang kemarin perencanaan tidak menyentuh jalan yang longsor itu, melainkan ke yang lain, mungkin akan diajukan di musrembang tahun depan, itu dari desa”, bebernya.

Untuk dinas terkait mohon diperhatikan jalur alternatif kampung cinangka sabrang yang dikeluhkan oleh warga serta para pengendara, mohon dibetulkan pinggir jalan yang longsor menahun itu, agar tidak terjadi longsor susulan karena erosi alam serta memakan korban pengendara. (Dayat/Yusup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *