Pekerja Program RTLH Didesa Purwabakti Belum Dibayar Upahnya

Pamijahan-Bogor, pajajaran post.com
Belum dibayarnya upah kerja di program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) didesa Purwabakti menjadikan tanda tanya bagi keluarga penerima manfaat (KPM) tahun anggaran 2020 sedangkan uang sudah masuk ke rekening desa sebelum pengerja’an dimulai.

Berawal informasi dari salah satu warga lewat pesan whatsapp pada tanggal 12/08/2020 kamipun langsung menemui salah satu keluarga penerima manfa’at (KPM) dan menurut keterangan dari salah satu anak penerima program tersebut pengerja’an dihentikan sementara karena situasi keluarga sedang berkabung atas meninggalnya ayah kami beberapa hari yang lalu,

selain itu juga ada faktor lain salah satunya mengenai upah kerja yang belum dibayar oleh pemdes lebih kurang sembilan hari kerja terhitung sejak dimulainya pengerjaan sampai saat dikonfirmasi tukang tersebut belum menerima pembayaran, begitu keterangan dari anak salah satu penerima manfaat program tersebut.

Ditempat lain salah satu keluarga yang mendapatkan program tersebut memberikan keterangan, kalau pengerjaan dirumahnya tidak ada penghentian karena dikerjakan sendiri dan hanya memakai tukang satu orang sesuai yang diperintahkan oleh pihak pemdes, perihal pembayaran pun satu tukang tersebut di bayar Rp 100.000,- (seratus ribu) per hari selama sepuluh hari kerja dan tukang tersebut selama lebih kurang sembilan hari kerja baru menerima pembayaran Rp. 500.000,- (lima ratus ribu) dari pihak pemdes, begitu keterangan dari salah satu keluaraga penerima program rumah tidak layak huni (RTLH) Kamis (13/08/2020).

Tajudin aripin selaku Kepala desa saat dikonfirmasi lewat pesan whatsapp beliau mengatakan sedang pergi ke luar, begitu balasan pesan whatsappnya tidak ada mengarahkan harus kesiapa meminta konfirmasi tersebut. Sabtu (15/08/2020).

Dadang selaku Kaur Kesra saat ditemui beliau menerangkan perihal pembayaran upah kerja memang belum di karenakan hawatir kalau dibayar duluan pekerja’annya tidak diselesaikan, beliau juga menerangkan lebih lanjut perihal material disesuaikan dengan kebutuhan Dan dari anggaran yang jumlahnya Rp 15.000.000 hanya nanti dipotong 11,5% untuk PPN/PPH tidak ada potongan lain, begitu ungkapnya.

Ditempat lain keterangan dari pemilik Toko bangunan mengatakan bahwa beliau menyuplay untuk tujuh (7) unit rumah dengan nominal lebih kurang Rp 65.000.000 dan nominal yang baru diterima baru Rp 45.000.000 beliau menerangkan lebih lanjut untuk sisanya biar nanti aja materialnyapun belum semua terkirim karena kebutuhan nya pun bertahap, begitu pungkas pemilik toko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *