Diduga Dinkes Tidak Transparan, PMII Menuntut DPRD Kabupaten Bogor Segera Bentuk Pansus COVID-19

Bogor pajajaranpos.com
Seruan aksi demo yang sebelumnya dilakukan oleh mahasiswa mahasiswi yang berorganisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan kantor dinas kesehatan (Dinkes) dengan berbagai tuntutan tuntutan, salah satu pokoknya mengenai ketidak transparan anggaran covid 19 untuk wilayah kabupaten Bogor.

Pada tanggal 20 Juli lalu mahasiswa berdemo di depan gedung dinkes, namun tidak menemukan titik hasil tuntutan yang di dapat serta tidak memuaskan pendemo, dikarenakan tidak ada satupun wakil dinkes yang mau menemui para pendemo serta memberikan keterangan.

Senin (27/07/2020) siang mahasiswa Kembali malakukan aksi demo dengan mendatangkan seruan aksinya di depan kantor gedung DPRD kabupaten Bogor, dan menuntut agar pihak DPRD segera membentuk panitia khusus (pansus) guna menyelidiki dana covid 19 dikabupaten Bogor, dikarenakan dinkes yang tidak lagi transfaran soal anggaran, padahal dalam pasal 28F UUD 1945.mengingat pentingnya keterbukaan transfaransi informasi publik. Serta yang kian diperinci dalam UU Nomer 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP).

Aksi tersebut dilanjutkan lagi dengan berbagai tuntutan diantaranya. menuntut DPRD kabupaten bogor segera membentuk panitia khusus (pansus) anggaran corona yang dipergunakan oleh dinkes. Menuntut kepada 55 anggota DPRD Kabupaten Bogor. untuk segera mundur dari kursi amanat rakyat karena telah mengkhianati rakyat jika tidak segera membentuk pansus anggaran covid 19. Menuntut kejaksaan negeri(KEJARI) kabupaten Bogor untuk segera memeriksa dinas kesehatan (dinkes). Terkait pengalokasian anggaran covid-19 yang diduga terdapat penyelewengan, karena tidak berani membeberkan anggarannya terhadap publik di aksi lalu, beber para pendemo yang bersorak sontak serta membakar ban di depan kantor DPRD cibinong kabupaten bogor.(rht)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *