Kadisdik Kabupaten Bogor Akan Tindak Tegas PKBM Nakal dan Bermasalah

Cibinong, pajajaranpos.com
Kepala dinas pendidikan kabupaten Bogor Entis Sutisna akan menindak tegas Pusat Kegiatan Belajar dan Mengajar (PKBM) nonformal yang ada di wilayahnya apabila berbuat “nakal” dan tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh KADISDIK menanggapi hasil dari audiens yang diadakan di kantor Dinas Pendidikan kabupaten Bogor antara KADISDIK dan jajarannya serta dari berbagai elemen awak media, lembaga swadaya masyarakat, maupun pemerhati sosial yang ada di masyarakat, menyoroti terkait carut marutnya masalah PKBM yang ada di wilayah kabupaten Bogor.

Pimpinan Redaksi Pajajaranpos.com Rahmat Mulyana ketika bertemu dengan Kadisdik Kabupaten Bogor

Hadir dalam audiens selama hampir satu jam dengan KADISDIK itu ketua PWRI kabupaten Bogor Rohmat Slamet, SH, Mkn Pemimpin Redaksi dari Tabloid Pajajaran pos Rahmat Mulyana, perwakilan dari beberapa awak media dan LSM.

Ketua PWRI kabupaten Bogor sendiri mengapresiasi KADISDIK dan jajarannya yang cepat tanggap menyoroti berbagai permasalahan yang terjadi di ranah PKBM, yang paling pokok adanya dugaan Mark up dari jumlah siswa wajib belajar, pelaksanaan pembelajaran yang tidak jelas di lapangan, pungutan yang tidak jelas kepada siswa dan lain sebagainya.

KADISDIK sendiri menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua yang hadir, dan hasil temuan-temuan tersebut akan secepatnya ditindak lanjuti dengan turun langsung kebawah sesuai dengan data yang disampaikan dari awak media maupun dari LSM, karena hal ini menyangkut uang negara yang mengalir ke PKBM sehingga kita semua perlu untuk mengawasi pemakaian uang negara tersebut.

KADISDIK sendiri secara tegas mengatakan akan memberi sanksi kepada PKBM yang terbukti menyalahi aturan tersébut dengan mencabut ijin dan menutup PKBM tersebut dan sanksi terberat dengan melimpahkan kasus PKBM ini ke jalur hukum. (Beby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *