Presiden Jokowi Kembali Kunjungi Lokasi Banjir dan Longsor Di Sukajaya Bogor

Bogor, Pajajaranpos.com,-
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Sukajaya merupakan wilayah terdampak banjir dan longsor pada awal Januari 2020 lalu.
Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua Jokowi ke Sukajaya. Sebelumnya, pada 7 Januari 2020, Jokowi mendatangi Desa Harkatjaya, Sukajaya.

Jokowi tiba di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin (3/2/2020) dengan mengenakan kemeja putih, celana hitam dipadukan dengan jaket bomber hijau dan topi putih.

Mengenakan kemeja berbalut jaket bomber warna hijau tua dan topi putih, Jokowi meninjau bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menko PMK Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta Bupati Bogor Ade Yasin
Begitu tiba, Jokowi langsung mengunjungi Desa Harkat jaya. Disana, Jokowi dan para menteri kemudian menuju Kampung Sinar Harapan tempat sejumlah warga yang tewas tertimbun longsor. Dia juga mengecek dam penahan pengendali sedimen.

Di Desa Harkat jaya, warga dari anak-anak hingga orang tua, sudah menunggunya. Mereka tampak antusias menunggu kedatangan sang presiden meski hujan mengguyur.

Usai meninjau desa Harkat Jaya,mantan wali kota Solo itu mengunjungi desa kedua yakni Pasir Madang. Di desa itu, Jokowi meninjau lokasi pembibitan tanaman vetiver.

Ia juga menanam langsung vetiver di lapangan Kecamatan Sukajaya. Dari data BNPB, vetiver atau akar wangi merupakan tanaman sejenis rumput yang berasal dari India. Tumbuhan ini termasuk dalam famili poaceae, dan masih sekeluarga dengan sereh atau padi.

Selain bermanfaat untuk pakan ternak dan mengusir hama, bagian akar vetiver juga bermanfaat mencegah longsor dan banjir, memperbaiki kualitas air, melindungi infrastruktur, hingga menyuburkan tanah.

Bencana tanah longsor dan banjir tersebar di 57 titik di wilayah Kabupaten Bogor sejak Rabu (1/1) lalu. Korban jiwa akibat banjir di wilayah tersebur ditemukan di Kecamatan Gunung Putri. Sementara korban jiwa akibat longsor berada di Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Nanggung, dan Kecamatan Cigudeg.

Berdasarkan informasi dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat terdapat enam desa di Kecamatan Sukajaya terisolir akibat jalan tertutup longsor, yakni Desa Kiarasari, Kiara Pandak, Urug, Cisarua, Cileuksa dan Pasir Madang. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *