Giri Wangi Santuni Siswa Yatim Di SDN Sukaharja 01

Sukamakmur, pajajaran pos.com
Sekolah di desa Sukaharja 01 Desa Sukaharja Kecamatan Sukamakmur banyak memiliki peserta didik pra-sejahtera. Kondisi tersebut disebabkan oleh berbagai kondisi, salah satu di antaranya adalah adalah tidak ada orang tuanya, yatim dan juga orang tuanya menyandang disabilitas bahkan ada yang berstatus yatim piatu.

Kondisi tersebut menjadi “beban” tersendiri bagi tenaga pendidik, membutuhkan support lebih dari sekolah, baik moril maupun materiil.
Senin (13/1/2020) bertempat di salah satu Ruang Kelas SDN Sukaharja 01 Manajemen PT.Girijaya Nusantara memberikan santunan untuk siswa siswi yang bersatus yatim dan pra sejahtra.

Semua peserta didik, apapun kondisinya berhak meraih masa depannya. Namun, dari pemerintah setempat memberikan sumbangan (kepada yatim) biasanya hanya setahun sekali, dari Dinas Pendidikan.
“Ada dari pemerintah, lembaga terkait, dan sekarang Alhamdulillah ada dari swasta, PT Giri Jaya Nusantara. Semoga nanti yang lain juga terpanggil”. Jelas Uus Ruswana, Kepala Sekolah SDN 01 Sukaharja kepada Pajajaran Pos.

Pihak Swasta turun ke lembaga dan memberikan santunan kepada siswa pra-sejahtera dalam rangka memberikan support materiil dan moril bahwa mereka masih ada pihak yang peduli, mendampingi, dan mensupport tanpa kehadiran orang tuanya sekalipun. Jelas Uus.

“Kami merasa terpanggil untuk ikut serta menjadi bagian yang turut mensupport materi & moral bagi siswa siswi apalagi mereka yang sudah tidak punya orang tua”. Ungkap Eka Setya Fasya, staff manajemen PT Giri Jaya Nusantara di proyek Giri Wangi saat dihubungi awak Pajajaran Post.

“Aku senang dan terimakasih kepada Bapak-bapak tadi yang ngasih santunan”. Ucap Haina siswi kelas VI, salah satu penerima santunan.

Kepala SDN Sukaharja 01 menyampaikan terima kasih kepada pihak yang sudah turut peduli pada anak yatim untuk mengurangi beban lembaga.
“Saya senang dan mengucapkan terimakasih kepada PT Giri (PT Giri Jaya Nusantara), yang telah memberikan santunan kepada anak didik kami. Kami juga kadang menyisihkan buat mereka (yatim), tapi tidak berbentuk uang. Paling, kalau ada acara yang berbayar mereka digratiskan.” Pungkas pria setengah baya tersebut. (Arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *