Presiden Jokowi Kunjungi Lokasi Banjir dan Longsor di Kampung Ranca Nangka

Sukajaya, Pajajaranpos.com
Presiden Jokowi hari ini Selasa (07/01/2020) mengunjungi lokasi Banjir dan Longsor di Kampung Ranca Nangka Desa Cileuksa Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.
Dilokasi tersebut Presiden Jokowi berinteraksi dengan warga setempat yang terdampak bencana banjir dan memberikan paket bantuan. dan pada kesempatan itu juga Presiden Jokowi memberikan bantuan tunai sebesar 100 juta yang diterima langsung Kepala Desa Sukajaya.

Presiden Jokowi saat menyerahkan bantuan tunai sebesar 100 juta, yang diterima langsung kades Sukajaya

Dalam perjalanan menuju Kantor Desa Harkat Jaya, Presiden Jokowi menyaksikan beberapa ruas jalan yang baru dibuka karena tertutup akibat longsor.
Kepala Negara juga sempat meninjau proses pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor dan berlokasi tidak seberapa jauh dari kantor desa.

Selepas dari lokasi tersebut, Jokowi melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, untuk memastikan penanganan bagi para warga terdampak banjir di sana juga berjalan dengan baik.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja kali ini di antaranya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Selain itu, turut serta bersama rombongan tersebut ialah Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, serta Staf Khusus Presiden Arif Budi Manta.

Empat instruksi Presiden
Pada kunjungan Presiden tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan empat instruksi dalam penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor.

“Presiden telah menginstruksikan empat hal, pertama yaitu keselamatan warga harus dinomorsatukan,” ujar Muhadjir saat Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).

Muhadjir mengatakan, pengertian keselamatan bukan hanya dalam arti memberikan pertolongan.
Melainkan memberikan layanan dasar terhadap yang terdampak harus mendapatkan perhatian.
Menurutnya, layanan tersebut terutama masalah kesehatan, pangan, tempat tinggal, dan juga keberlangsungan belajar untuk para anak-anak yang terdampak.

Kedua, kata Muhadjir, normalisasi fasilitas umum dan ketiga adalah akselerasi pemerintah pusat dan provinsi dalam penanggulangan banjir yang terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Sedangkan intruksi keempat berupa imbauan kepada masyarakat agar hati-hati menghadapi bencana banjir di beberapa daerah, terutama untuk mengantisispasi adanya banjir susulan.

“Kemudian dalam melakukan penanganan banjir dan tanah longsor dibutuhkan sinergi dari kementerian dan lembaga sesuai peran masing-masing,” terang Muhadjir. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *