Forkopimda Kabupaten Bogor Ungkap Praktik Prostitusi Berkedok Kawin Kontrak di Kawasan Puncak Bogor

Cisarua, Pajajaran Post.com
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor berhasil mengungkap praktik prostitusi berkedok kawin kontrak di kawasan Puncak Bogor.
Hasilnya, 4 orang mucikari berhasil diamankan berikut 6 orang perempuan yang dijajakan untuk kawin kontrak.
Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni mengatakan, pengungkapan ini bermula atas viralnya video prostitusi halal di kawasan Puncak yang dibalut kawin kontrak
Hasil penyelidikan, polisi berhasil mengungkap praktik kawin kontrak di dua lokasi berbeda di wilayah Cibeuereum, Kecamatan Cisarua. Masing-masing lokasi terdapat dua orang mucikari yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.
Tiap mucikari memiliki peran berbeda. Ada yang menawarkan, menjadi sopir, menjadi wali bodong, hingga penyedia perempuan-perempuan yang akan ditawarkan kawin kontrak.
“Hasil penyelidikan, kami tindaklanjuti dengan pengungkapan di dua TKP. Satu TKP yang diamankan membawa 6 orang perempuan yang akan ditawarkan untuk kawin kontrak,” kata Joni saat rilis di aula Polres Bogor, Senin (23/12) malam.
Menurutnya, para perempuan tersebut ditawarkan ke turis-turis Timur Tengah yang tengah menghabiskan waktu di wilayah Puncak.
“Tamunya turis asing Timur Tengah. Pelaku mantan ada yang mantan TKI di Timur Tengah juga,” terangnya.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai Rp7 juta, 2 mobil dan 11 telpon genggam.
Barang bukti tersebut disita setelah pelaku melakukan transaksi dengan tamu dari Timur Tengah.
“Para pelaku dijerat Undang-undang Tindak Pindana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” ungkap Joni.
Di tempat yang sama, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku kawin kontrak ini sudah viral sejak 2016. Kondisi tersebut sangat meresahkan karena mencoreng wisata Kabupaten Bogor.
“Ini sudah sejak 2016, pelaku juga bukan cuma empat orang ini, di luar pasti masih banyak pelaku. Fenomenan ini harus terus diinvestigasi agar benar-benar hilang,” tegas Ade Yasin
Tak hanya itu, politisi PPP ini meminta para kepala desa rajin mengecek lingkungannya untuk memastikan wilayahnya bebas dari prostutisusi berkedok apapun, termasuk kawin kontrak.
“Kita buat tim gabungan untuk membersihkan fenomena ini supaya puncak bersih dari wisata prostitusi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor KH. Mukri Aji mengaku kawin kontrak memang nyata adanya. Hal itu terbukti dari ditangkapnya mucikari di wilayah Puncak.
“Ke depan jangan sampai terjadi lagi, ini pelecehan terhadap hak asasi perempuan. Ini penyakit masyarakat yang dampaknya buruk sekali. Selain pelecehan seksual, anak juga jadi korban. Ini menjadi ancaman. Kawin kontrak itu haram,” tandasnya. (Firell)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *